;
Memaparkan catatan dengan label Futhuuhul Ghaib Lil Syeikh Qadir Jailani. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Futhuuhul Ghaib Lil Syeikh Qadir Jailani. Papar semua catatan

Ahad, Mac 07, 2010

Tahanlah Dirimu itu!

30B78231DC

Berpantang (menahan diri) daripada segala yang haram adalah wajib bagimu, kalau tidak, maka tali kehancuran akan menjeratmu. Kau takkan lepas darinya, kecuali dengan kasih-sayang Allah s.w.t.  Nabi  Muhammad s.a.w. bersabda bahawa asas agama adalah menahan diri daripada segala yang haram, sedang kebinasaannya adalah kerakusan.

Umar bin al-Khattab r.a pernah berkata:

"Kami biasa berpantang dari sembilan per sepuluh dari hal-hal yang halal, sebab kami khuatir kalau-kalau kami terjatuh ke dalam hal-hal yang haram."

Abu Bakar al-Siddiq pernah berkata:

"Kami biasa menghindari tujuh puluh pintu dari hal-hal yang halal, kerana kami khuatir akan keterlibatan di dalam dosa."

Peribadi-peribadi ini berlaku sedemikian adalah untuk menjauhkan diri daripada segala yang haram. Mereka bertindak berdasarkan sabda Nabi saw.:

"Ingatlah! Sesungguhnya setiap raja memiliki sebuah padang rumput yang terjaga. Sedang padang rumput Allah ialah hal-hal yang dilarang-Nya."

Maka, orang yang berbeza di sekitar padang rumput itu, boleh memasukinya. Namun, orang yang memasuki benteng raja, melewati gerbang pertama, kedua dan ketiga, hingga sampai di singgasana, adalah lebih baik berbanding orang yang berada di pintu pertama.

Maka, bila pintu ketiga telah tertutup baginya, hal itu takkan merugikannya, sebab ia tetap berada di balik dua pintu istana, dan ia memiliki milikan raja, dan tenteranya dekat dengannya. Tapi, bagi orang yang berada di pintu pertama, jika pintu ini tertutup baginya, maka ia tetap sendirian di padang yang terbuka, mungkin-mungkin sahaja akan diterkam oleh serigala dan musuh, dan mungkin-mungkin saja ia binasa.

Begitu pula, orang yang menunaikan perintah-perintah Allah s.w.t akan dijauhkan darinya daripada berharap kepada pangkat dan diri sendiri, dan ia akan terbebas dari kedua hal ini. Dan ia tetap berada di dalam hukum. Bila kematian merenggutnya, maka ia berada dalam kepatuhan dan pengabdian. Dan amal kebajikannya pula akan menjadi saksi baginya.

Orang yang diberi kemudahan, sedang ia tak menunaikan kewajiban-kewajibannya, jika kemudahan itu dicabut darinya dan ia terputus dari pertolongan-Nya, maka hawa nafsu akan menguasainya, dan ia akan tenggelam dalam hal-hal yang haram, terkeluar daripada hukum, bersama dengan para iblis, yang mana mereka adalah musuh-musuh Allah s.w.t, dan akan menyimpang daripada jalan kebenaran. Maka, jika kematian merenggutnya, sedang ia belum bertaubat, maka ia akan binasa, jika Allah s.w.t tidak mengasihinya.

Jadi, bahaya itu terletak pada melengah-lengahkan sesuatu, sedang keselamatan terletak pada kewajiban yang dipenuhi.

Wallahu’alam…

Sabtu, Februari 20, 2010

Bergantunglah Hanya Pada Allah s.w.t.!

 

wallpaper1

Tak ada yang menjauhkanmu daripada redha dan rahmat-Nya, kecuali ketergantunganmu kepada manusia, keterampilan, akal dan darjat. Manusia termasuk penghalang bagimu dalam mencari rezeki yang sesuai dengan sunnah Rasul, seperti bekerja untuk mencari nafkah.

Selama bergantung pada manusia, selama itulah dikau mengharapkan kesudian dan huluran tangan mereka, bahkan dikau meminta dengan bersedih hati di depan pintu rumah mereka. Perbuatan seperti ini termasuk syirik, kerana dikau menyekutukan Allah s.w.t dengan makhluk-Nya. Setimpal dengan (dosa besarmu) itu, dikau akan dihukum dengan pencabutan sumber rezekimu, seperti kehilangan pekerjaan yang halal.

Bila dikau campakkan ketergantungan dan permintaanmu kepada mereka (manusia) dan berlindung kepada mata pencarianmu, hidup dengannya, maka dikau akan melupai redha Allah. Hal ini juga termasuk syirik, malah lebih berbahaya daripada yang pertama, kerana kemusyrikan semacam ini halus sekali sehingga sulit dilihat. Tentu, Allah s.w.t akan menghukummu atas kedurhakaanmu ini, dengan makin menjauhkanmu dari redha-Nya.

Bila telah berpaling daripada kesesatan semacam itu, membuang jauh-jauh segala kemusyrikan daripada kehidupan, dan mencampakkan semua ketergantungan kepada mata pencarian dan kemampuan diri, dan yakin hanya Dialah Pemberi Rezeki, Pencipta segala kemudahan, Pemberi kekuatan untuk mencari nafkah, Pemberi segala kebaikan, dan bahawa rezeki sepenuhnya berada di tangan-Nya, maka rezeki itu terkadang dilimpahkan-Nya kepadamu melalui orang lain, dikala kau mendapat musibah dan sedang berupaya mengatasinya. Kadang rezeki itu datang kepadamu melalui upahmu daripada bekerja, kadang rezeki itu datang kepadamu melalui redha-Nya, hingga kau tak melihat sebab dan perantaranya.

Nah, berpalinglah kepada-Nya, campakkanlah segera di hadapan-Nya seluruh dirimu, maka diangkat-Nya tabir penghalang antara kau dan redha-Nya, dan dibuka-Nya pintu-pintu rezeki dengan redha-Nya, seperti seorang doktor merawat pesakitnya - sebagai perlindungan-Nya ke atasmu, agar dikau tak menyimpang. Sungguh Ia menyayangimu dengan limpahan redha-Nya.

Nah, bila telah diusir-Nya daripada hatimu kedirian dan kesenangan, maka tinggallah di sana kehendak-Nya semata. Lalu, bila Ia ingin memberikan bahagianmu kepadamu, yang tak mungkin lepas daripada tanganmu, dan ianya memang bukan hak orang lain, maka ditimbulkan-Nya di dalam hatimu keinginan untuk meraih bahagianmu, dan diserahkan-Nya ke tanganmu dikala dikau memerlukannya. Lalu, diberi-Nya kepada dikau kemampuan kerana mensyukuri nikmat tersebut. Kau akan selalu diperingati-Nya kepada bahagianmu. Untuk itu, kau mesti menyedarinya dan bersyukur kepada-Nya. Semua ini meneguhkanmu dalam menjauhi manusia (yang lalai), dan mengosongkan hatimu dari segala yang selain Allah s.w.t.

Bila hikmah ilmumu tinggi, keyakinanmu teguh, hatimu suci, maqam darjatmu semakin dekat dengan-Nya, maka dikau akan diberi-Nya kemampuan "melihat ke depan", sebagai tanda kerelaanmu dan sebagai penghargaan atas dirimu. Ini hanyalah sebahagian dari keredhaan-Nya, sebagai rahmat dan petunjuk-Nya.

Allah s.w.t telah berfirman:

"Dan kami jadikan ia (al-Kitab) itu petunjuk bagi Bani Israil. Dan Kami jadikan di antara mereka itu, pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka sabar, dan meyakini ayat-ayat kami." (QS.32:23-24).

"Dan orang-orang yang berjihad demi Kami, sungguh akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS.29:69)

Dan takutlah kepada Allah s.w.t, nescaya Ia mengajarimu, dan memberimu kemampuan untuk mengawasi semesta alam (menjadi khalifah), dengan izin yang jelas, yang tiada kegelapan di dalamnya, dan dengan tanda yang nyata, yang terang benderang bagai sang suria, dan dengan tutur kata yang manis, yang lebih menarik dari segala apa pun, dan dengan ilham yang benar, yang tak sedikit pun mengandung kekaburan, yang bersih dari dorongan syaitan dan daripada rayuan iblis yang terkutuk.

Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud:

"Wahai Bani Adam, Akulah Allah, tak sesuatu pun layak dipuja kecuali Daku. Aku berfirman 'Jadilah', ia pun akan maujud. Taatilah Aku, nescaya dikau akan Ku jadikan  sedemikian rupa, sehingga jika berseru 'jadilah', ia pun akan maujud."

Dan Allah s.w.t. telah membuat ehwal serupa ini kepada beberapa Rasul-Nya, beberapa wali-Nya, dan orang-orang yang sangat diredhai-Nya di antara hamba-hamba-Nya.

Wallahu’alam..

Khamis, Januari 28, 2010

Mutiara Syeikh Abdul Qadir Jailani 3

 

Bersabarlah di Atas Kesusahanmu

islamic13 Apabila timbul di dalam hatimu keinginan untuk berkahwin, padahal dikau fakir dan miskin, dan dikau tak mampu untuk memenuhinya, maka bersabarlah dan sentiasa berharap akan kemudahan daripada-Nya, yang telah  menjadikanmu berkeinginan seperti itu, atau yang mendapati keinginan semacam itu di dalam hatimu, niscaya Allah s.w.t. akan menolongmu, (dengan menghilangkan keinginan itu darimu) atau dengan memudahkanmu menanggung beban hidupmu itu, dengan mengurniakanmu kecukupan, memberikanmu jalan keluar dan memudahkan kehidupanmu di dunia dan juga di akhirat.

Lalu Allah s.w.t akan menjadikan dirimu sabar dan mahu bersyukur, kerana kesabaranmu dan keredhaanmu di atas ketentuan-Nya. Maka akan ditingkatkan-Nya kesucian dan kekuatanmu.

Dan janji Allah s.w.t. itu untuk senantiasa menambah kurnia-Nya atas orang-orang yang bersyukur sentiasa benar.

Sebagaimana firman-Nya di dalam surah Ibrahim ayat 7 yang bermaksud :

 "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Maka bersabarlah, tentanglah hawa nafsumu itu, dan berpegang teguhlah pada perintah-perintah Allah s.w.t. Redhalah di atas setiap takdir Yang Maha Kuasa, dan berharaplah  redha dan kurnia-Nya. Sungguh Allah s.w.t. sendiri telah berfirman di dalam surah al-Zumar ayat 10 yang bermaksud:

"Hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan menerima ganjaran mereka tanpa batas."

Wallahua’lam…

Jumaat, Januari 22, 2010

Mutiara Syeikh Abdul Qadir Jailani 2

 

boykissesKoran Bila dikau melihat dunia ini, berada di tangan mereka, dengan segala hiasannya, dan tipuannya, dengan segala bisa membunuhnya, yang tampak lembut sentuhannya, padahal, sebenarnya mematikan bagi mereka yang menyentuhnya, mengkucar-kacirkan (kehidupan)  mereka, dan membuat mereka mengabaikan segala mudharat tipu daya dan janji-janji palsunya (yang bakal menimpa mereka).

Bila dikau melihat semua ini – jadikanlah dirimu bagai orang yang sedang melihat seseorang yang menuruti nalurinya, menonjolkan diri, dan hasil kerananya, ia akan mengeluarkan bau busuk dan tidak enak. Bila (dalam situasi semacam itu) dikau akan enggan memerhatikan kebusukannya, dan menutup hidungmu dari bau busuk itu, maka begitu jugalah dikau harus  melakukan dirimu terhadap dunia; Apabila dikau melihatnya, palingkanlah penglihatanmu dari segala kepalsuan, dan tutuplah hidungmu dari kebusukan (keburukan) hawa nafsu, agar dikau aman daripada segala tipu-dayanya (dunia), sedang bahagianmu (daripada kenikmatan) itu sedang menghampirimu, dan kau akan menikmatinya.

Allah s.w.t telah berfirman kepada Nabi pilihan-Nya: "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan daripada mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami uji mereka dengannya, dan kurnia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal." (QS.20 -Thaaha :131).

Kalam mutiara di atas menjadi muhasabah buat kita agar sentiasa berhati-hati dengan tipuan dunia yang penuh fatamorgana ini. Dunia ini hnyalah medan ujian Allah s.w.t. untuk melihat sejauh mana keimanan dan kesabaran hamba-hamba-Nya. Moga kita tidak menjadi golongan yang tenggelam di dalam kenikmatan dunia yang hanyalah sementara ini..Wallahua’lam…

Selamatkan Kutub Sittah

Selamatkan Kutub Sittah

Pimpinan PMRAM

Pimpinan PMRAM

Ayuh Meriahkannya

Ayuh Meriahkannya

Ingin Menjadi Usahawan Berjaya..Klik sini!

Renungan

A song for gaza

Untukmu Palestin!

Pertahankan Hak Kita

Pertahankan Hak Kita

Pertahankan Hak Kita

Pertahankan Hak Kita